Pembayaran zakat fitrah di Serpong Utara

  • 3 min read
  • Apr 01, 2022
Zakat Fitrah

Pengertian Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat yang di WAJIBKAN kepada setiap manusia baik laki-laki dan perempuan muslim yang dilaksanakan hanya pada bulan puasa sesuai hadits Ibnu Umar ra, “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau sha’ gandum atas umat muslim; baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Beliau SAW memerintahkannya dilaksanakan sebelum orang keluar sholat Idul Fitri.” (HR Bukhari Muslim)

Selain untuk mensucikan diri sehabis menunaikan ibadah di bulan puasa, zakat fitrah juga dapat di maknai sebagai bentuk perhatiaan kepada orang yang kurang mampu, membagi rasa kebahagiaan dan kemenangan di hari raya yang dapat di rasakan semuanya termasuk masyarakat miskin yang tidak mampu.

Ketentuan Zakat Fitrah

Zakat fitrah disebut juga dengan zakat jiwa WAJIB ditunaikan bagi setiap jiwa, dengan syarat beragama islam, hidup pada saat bulan puasa, dan memiliki kelebihan kebutuhan pokok untuk malam dan Hari raya Idul Fitri. Besaran zakat fitrah adalah beras sebanyak 2.5 kg atau 3,5 liter per orang

Para Ulama, diantaranya Shaikh Yusuf Qardawi telah membolehkan zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk uang yang setara dengan 1 sha gandum, kurma atau beras. Nominal zakat fitrah yang dibayarkan dalam bentuk uang tunai, menyesuaikan dengan harga beras yang dikonsumsi.

Berdasarkan putusan ketua BAZNAS No.10 Tahun 2022 tentang Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah jabodetabek, ditetapkan bahwa nominal zakat fitrah setara dengan uang Rp. 45.000 (empat puluh lima ribu rupiah) per jiwa.

zakat fitrah dikeluarkan pada bulan puasa dimulai sejak hari pertama Ramadan dan terakhir dilakukan sebelum pelaksanaan Shalat Idul Fitri. Sementara itu, pembagian terakhir dilakukan sebelum pelaksanaan Shalat id.

Orang-Orang yang Bisa menerima Zakat Fitrah

Orang-orang yang berhak menerima zakat fitrah tersebut juga dikatakan sebagai mustahiq. Orang-orang yang dapat menerima zakat fitrah ini dijelaskan dan ditegaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an surat At Taubah ayat 60. Di ayat tersebut dijelaskan bahwa orang orang yang berhak menerima zakat fitrah adalah:

  1. Orang fakir
  2. Orang miskin
  3. Pengurus zakat atau amil
  4. Mualaf
  5. Budak
  6. Orang yang tengah terlilit hutang
  7. Orang yang berjuang di jalan Allah
  8. Orang yang sedang melakukan perjalanan jauh, dimana perjalanannya ini bukanlah perjalanan maksiat

Cara membayar zakat fitrah cukup langsung menemui orang orang yang berhak menerimanya atau dengan membayarkannya melalui amil zakat. Biasanya di musholla disediakan amil zakat untuk menerima zakat khusus zakat fitrah dan zakat maal saat masa akhir bulan puasa sebelum Hari lebaran.

Tetapi kamu juga harus mengetahui bahwa ada dua golongan yang tidak diperbolehkan menerima zakat, yaitu anak cucu atau keluarga Nabi Muhammad SAW serta keluarga orang yang berzakat, seperti kakek, bapak, istri, anak, cucu dan lain sebagainya.

Niat Membayar Zakat Fitrah

Niat bayar zakat fitrah dibagi berdasarkan masing-masing orang yang akan menunaikannya. Zakat fitrah sendiri boleh diwakilkan, hal ini disebabkan karena anak bayi belum mengerti tentang hal ini, padahal seluruh umat muslim wajib menunaikannya.

Biasanya anak-anak kecil yang belum mengerti tentang zakat fitrah ini akan dibayarkan oleh orang tuanya. Banyak juga yang membayarkan zakat fitrah sekaligus satu keluarga agar melunaskan kewajiban seluruh keluarga.

  • Bacaan setor zakat fitrah untuk diri sendiri

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta’ala.”

  • Niat setor bayar zakat fitrah untuk Istri

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta’ala.”

  • Bacaan membayar bayar zakat fitrah untuk anak laki-laki

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta’ala.”

  • Niat bayar bayar zakat fitrah untuk anak perempuan

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta’ala.”

  • Niat membayar bayar zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta’ala.”

 

  • Niat membayar bayar zakat fitrah untuk orang yang diwakilkan

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an (……) fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama spesifik), fardu karena Allah Ta’ala.”

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published.